Puisi “Kemarau”

tanah retak
Sudah setengah abad rasanya kau tak hadir….
Kering sudah tanah pijakanku…
Seakan ku’akan ikut mengering dengannya…
Hijau tumbuhanku tak lagi nampak…
Ranting hijauku pun tak menyapa lagi…

Kenapa kau tak mau hadir…?
Setetes saja…
Untuk hilangkan dahaga tanahku..bumiku…
Bumiku merana karena kau “ngambek”…
Dan entah apakah isi bumipun akan ikut merana…

Kemarau…
Air…
Bumi…
Seakan menjadi kesatuan sebuah elemen..
Bumi tak akan hidup tanpamu air,…

Datanglah…

This entry was posted in Seni on by .

About Hariyati R. Suryaman

menulis adalah jiwaku,...memasak adalah nafas hidupku...keduanya tak bisa dipisahkan dariku. Passionku pada kedua hal tersebut yang membuat hidupku tak pernah merasa kering. Selalu ingin berkarya walau belum ada yang bisa di banggakan sebagai sebuah kesuksesan...... Selalu belajar, walau usia sudah makin merambat senja......

Leave a Reply