Daily Archives: April 21, 2015

Hanya Di Indonesia, Mantan Penipu Bisa Jadi Selebritis

tv
Maraknya Stasiun Televisi Swasta di Indonesia membuat para kompetitor pertelevisian mencari cara dan trik menjual program yang diminati masyarakat.
Tidak cukup hanya tayangan yang mendidik dan menghibur, tapi butuh kejelian memanfaatkan sebuah moment atau hot issue yang sedang diminati masyarakat tanpa ada lagi etika dan moral.
Ya, sungguh ironis…
Hanya di Indonesia saja seorang penipu yang jelas-jelas sudah menjalani hukuman macam seorang Vicky Prasetyo bisa jadi seorang selebrtitis yang “dipajang” oleh televisi swasta dalam program yang digadang-gadang menjadi tontonan dengan rating tinggi.
Bukan hanya Vicky Prasetyo saja yang “sukses” dengan status selebrtisnya setelah mengalami masalah hukum.
Lihatlah Ariel, Luna Maya, Cut Tari, Eva Maria, dll.
Mereka pernah terlibat kasus video porno, dan orang hanya ingat kesalahan mereka beberapa tahun saja. Selanjutnya, mereka bisa dengan santai tanpa beban moril menjadi artis yang dipuja-puja lagi.
Mengapa para artis maupun seorang Vicky Prasetyo bisa dengan santai dan damai menjalani kembali hidupnya tanpa beban moril ?
Karena manusia Indonesia mudah LUPA…
Sesaat mereka akan menghujat seseorang yang melakukan kesalahan, apapun bentuknya. Namun dengan cepat mereka bisa “dimaafkan”.
Siapa yang berperan mengembalikan mereka kembali mendapat statusnya sebagai seleb dan “memaafkan” secara instant ?
Jawabnya Media televisi. Ya, media televisi begitu mudah mempengaruhi pemirsa, menghipnotis pemirsa Televisi dan bahkan membodohi pemirsa dengan menghadirkan artis-artis dan orang-orang yang pernah bermasalah tersebut sebagai Ikon acara atau bintang tamu di acara realty show.
Televisi seolah tak perduli dengan dampaknya pada masyarakat Indonesia yang menonton acara mereka. Yang penting Rating tinggi, iklan banyak, beres.
Apa dampaknya ? Jelas secara tidak langsung pemirsa/masyarakat Indonesia akan digiring kepada sebuah pemahaman bahwa menjadi penipu, penjahat atau pelaku kejahatan apalah hanya sebentar saja kita dihukum…
Karena selanjutnya para pelaku kejahatan tersebut akan jadi SELEBRITIS
Lalu bagaimana peran Komisi Penyiaran Indonesia ?
Enathalah, sepertinya jika suatu program itu tidak berbau SARA, pornografi maka akan lolos.
Walaupun di dalam tayangan tersebut ada mantan pemeran video porno atau seorang pecundang sekalipun.