Daily Archives: April 16, 2015

Hukuman Mati, antara penegakan hukum dan Hak azasi Manusia

hukumn mati
Hukuman mati hingga saat ini masih jadi polemik di masyarakat Dunia. Walaupun sejak th 2007 ketika PBB membuat resolusi penghentian hukuman mati dan pada tahun 2008 tepatnya tanggal 20 November, PBB kembali menyerukan penghentian hukuman mati atas dasar azas Hak asasi manusia.
Jika dilihat dari segi perikemanusiaan, hukuman mati bagaimanapun alasannya tentu saja tidak manusiawi. Karena anggapan agar terdakwa/pelaku kejahatan apapun ( terutama pembunuhan dan narkoba) menjadi jera, tidaklah tepat.
Jika hukuman mati diterapkan untuk membuat efek jera para pelaku memang tidaklah mungkin. karena toh mereka (para terdakwa) sudah tak bernyawa, jadi bagaimana bisa merasa jera?
Namun jika memang memberi efek jera pada “calon pelaku” jawabannya iya.
Belum lagi jika eksekusi mati baru dilakukan setelah bertahun-tahun menanti penuh harap-harap cemas.
Seperti yang dialami oleh Ny Sumiarsih yang telah menunggu selama 14 tahun sejak kasus Pembunuhan berencana yang dilakukannya menghabisi satu keluarga Letkol. Purwanto, istri, 2 anak dan satu orang keponakannya.
Sejak dijatuhi hukuman mati pada tahun 1989 di pengadilan Negeri Surabaya.
Untuk penantian panjang itu Sumiarsih mengisi waktunya dengan rajin beribadah dan membuat aneka kerajinan. Dari segi mental mereka seakan harap-harap cemas karana tahu kapan kematian akan datang. Secara manusiawi keadaan seperti itu seakan membuat mereka tersiksa . Namun dengan masa penantian panjang itu, hukuman yang sebenarnya sedang mereka jalani yaitu bertobat.
Mungkin jika eksekusi langsung dilakukan dalam hitungan minggu atau bulan saja bisa membuat terdakwa tidak terlalu tersiksa, tapi tentu saja efek jera atau pertaubatan/insyaf dan penyesalan tidak akan terjadi.
Saat ini yang sedang ramai di perbincangkan adalah masalah penegakan hukum adalah hukuman mati bagi siapapun yang terlibat kasus narkoba dengan utamanya bagi pengguna dan atau pengedar yang dijerat oleh Undang-undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika.
Banyak yang mengatakan hukuman mati bagi pengedar narkoba tidak manusiawi dan melanggar HAM. Benarkah ? Bukankah dengan mengedarkan narkoba pada masyarakat luas selama kurun waktu yang lama, dan mereka para pengedar menikmati kekayaan dari pencandunya bukankah juga hal itu melanggar HAM ? para pengedar tersebut melanggar hak hidup masyarakat yang seharusnya hidup normal, dan sehat. Tapi karena kecanduan narkoba, hidup mereka hancur bahkan berapa jiwa yang berakhir dengan kematian ?
Jadi tepatlah jika memang hukuman mati bagi pengedar narkoba itu diterapkan.
Maka jika saat ini Indonesia menerapkan hukuman mati dengan ketentuan-ketentuan yang sudah dituangkan dalam undang-undang, maka masalah melanggar HAM atau tidak balik lagi kepada kita memandangnya dari mana.
Semoga saja dengan penerapan hukuman mati pada kasus tindak pidana tertentu membuat masyarakat memiliki rasa takut atau jera jika hendak melakukan tindak kejahatan tersebut.