Monthly Archives: March 2015

Precognitive Dream 2

dream
Dan ketika aku sadar bahwa Mas Pri ku sudah tak pernah ada lagi di sisiku, mulai saat itu kehidupanku merambat bagai laba-laba yang tak bisa berlari.
Entah berapa kali Priyo sering muncul dan menghilang bagai matahari yang terbit dan tenggelam. Kedua orangtuaku dan sanak famili begitu kuatir melihat kondisiku yang seakan berubah menjadi seorang gadis tanpa semangat hidup dan hidup dalam bayangan kekasihnya yang menghilang. Sempat dinyatakan aku depresi…
Mereka tidak mengerti bahwa aku masih normal dan mempunyai keyakinan bahwa mas Pri ku akan kembali.
Dan malam itu kembali aku bermimpi…
Di sebuah kota yang tak ku kenal, di sudut sebuah Cafe aku duduk bersama seseorang yaitu Mas Pri.
Kami berbincang begitu mesra, dan saat itu ia mengenakan pakaian kaos biru berkrah hitam dan jeans biru dongker beralas sepatu kets abu-abu.
Sebuah kotak kado berada di meja dan dua cangkir kopi late kesukaan kami terhidang mengepul seakan ingin segera kuseruput…
Mimpi itu begitu nyata…berwarna, tak seperti mimpiku yang biasanya berwarna abu-abu.
Dan ketika kami masih berbincang, tiba-tiba ada seseorang berlari mendekati Mas Pri dan menghujamkan sebilah pisau bertubi-tubi ke dadanya seakan tak memberi kesempatan padanya untuk membela diri…
Seseorang dengan wajah tertutup, namun sekelebat aku bisa melihat dia seorang wanita.
Aku terpana dan hanya tercekat tak bisa berteriak…
Sesaat kemudian tiba-tiba aku pingsan dan tak menyadari apa yang kemudian terjadi pada Mas Pri.

******
Aku terbangun kala tahu sudah berada di sebuah rumah sakit….
ruangan berdinding hijau muda, dengan tirai menutupi jendela besar di samping tempat tidurku.
Sebuah selang infus kulihat menjuntai menuju lengan kiriku.
Kulihat Mira kakakku duduk disampingku dengan sebuah saputangan tergenggam dan terisak.
Ketika aku hendak membuak mulut untuk bertanya apa yang sudah terjadi padaku , dengan segera ia menutup bibirku dengan jari telunjuknya mengisyaratkan agar aku diam.
Dan ia mulai bercerita apa yang sudah kualami hingga aku terbaring di ruangan ini.
Sebuah cerita yang tak bisa masuk diakal, karena yang aku tau aku tengah tertidur dan kemudian bermimpi.
Tapi mengapa Mira bercerita bahwa aku perggi ke Papua menyusul mas Pri dan kemudian terjadi sebuah insiden berdarah…
Pri di serang seorang wanita yang mengaku sebagai tunangannya dan saat itu dia cemburu karena Pri menemuiku dan hendak memutuskan pertunangan denganku.
Kado yang aku lihat di meja kala mimpi saat itu skr ada di atas meja . Mira menyerahkannya padaku dan mengatakan itu hadiah terakhir dari Pri.
Aku sendiri pingsan dan sempat koma selama satu hari karena jatuh terjerembab terdorong oleh Pri yang hendak melindungiku dari serangan wanita itu.
Tanpa diduga aku jatuh dan kepalaku membentur sebuah pot bunga besar yang berada dekat kami duduk.

*******
Keadaanku sudah mulai membaik, dan ingatanku mulai normal.
Aku harus bisa melupakan kejadian itu, Mas Pri yang kunantikan ternyata sudah banyak berbohong padaku. Aku harus bisa menerima kenyataan bahwa semua ini memang nyata…bukan mimpi
Aku ingat betul apa yan kuimpikan saat itu ternyata menjadi kenyataan…Dream comes true…
Atau Precognitive dream…..
Mimpi yang ternyata menjadi kenyataan….