Category Archives: Perkalian

Memecahkan masalah Adi

Masih ingat masalah Adi? Ya, dia sedang pusing memikirkan bagaimana cara menunjukan pada istrinya berbagai kemungkinan besarnya bunga deposito yang bisa diperoleh dari uang bonusnya sebesar 100 juta rupiah. Besarnya bunga deposito itu ditentukan oleh berbagai tingkat suku bunga dari bank yang berbeda dan beberapa pilihan jangka waktu lamanya deposito tersebut disimpan.

Adi mulai membuka dan menyalakan komputernya, kemudian mengaktifkan program excelnya. Dia menghitung besarnya bunga deposito dari uang bonusnya sebesar 100 juta jika mendepositokan uangnya di BCA selama satu bulan dengan tingkat suku bunga 3,6% per tahun. Rumus yang diketikan dalam salah satu sel excel adalah sebagai berikut: =100000000×3.6%/12*1, dan hasilnya sebagai berikut:

Bunga Deposito 1

Adi tahu apa arti rumus yang diketikan, tapi istrinya tentu tidak bisa membaca pikirannya sehingga dia perlu menambahkan keterangan di sebelahnya sebagai berikut:

Bunga Deposito 1a

Sekarang Adi mengulangi langkah yang sama untuk beberapa tingkat suku bunga yang berbeda dari beberapa bank. Ini dia hasilnya, coba anda juga lakukan hal yang sama sehingga mendapatkan hasil yang sama seperti dibawah ini:

Bunga Deposito 1b

Apakah hasil yang anda peroleh sama dengan hitungan Adi di atas? Jangan kuatir kalau hasilnya berbeda karena hitungan Adi memang ada yang salah. Anda bisa tebak di baris mana hitungan Adi yang salah? Apa kesalahan Adi? Tahukah anda cara menghindari kesalahan serupa?

Ya, kesalahan Adi terletak di baris 9 kolom I, tepatnya di sel I9. Dia mengetik rumus berikut ini =100000000×3.7%/12*1 sementara tingkat suku bunga di  baris itu seharusnya 3.8%. Jadi keterangan yang diketik Adi tidak sejalan dengan rumus yang diketiknya. Lalu bagaimana cara menghindari kesalahan semacam itu?

Untuk menghindari kesalah semacam ini kita harus tahu apa penyebab kesalahannya, dan dari uraian di atas jelas bahwa kesalahan Adi adalah tidak sinkronnya keterangan dengan rumus. Adi harus mencari cara bagaimana supaya keterangan juga bisa berperan sebagai bagian dari rumus.

Adi menyusun ulang layout hitungan bunga depositonya dan inilah hasilnya:

Bunga Deposito 1c

Hmm.. hitungan Adi jadi kelihatan lebih enak dipandang, rapi, dan bebas dari kesalahan yang dilakukan sebelumnya. Masih ingat kan kesalahan Adi? Benar, dia telah berhasil menemukan cara menuliskan keterangan yang juga sekaligus bisa digunakan dalam rumus perhitungan. Adi menuliskan keterangan secara teratur dalam kolom-kolom yang berbeda. Kererangan mengenai nama bank disusun di kolom B, nilai deposito di kolom D, tingkat suku bunga di kolom F, dan jangka waktu deposito di kolom H.

Karena setiap keterangan diketik dalam sel-sel yang mandiri (sebelumnya semua keterangan diketik di sel yang sama berupa satu kalimat) maka Adi bisa mengambilnya dan memasukannya dalam rumus perhitungan. Rumus yang ditulis Adi telah diubah, dia tidak lagi mengetikan angk-angka nilai deposito, tingkat suku bunga, dan jangka waktu deposito dalam rumusnya. Sebagai gantinya dia mengetikan lokasi sel tempat angka-angka tersebut berada. Tepatnya inilah rumus yang diketik Adi (lihat kolom J):

Bunga Deposito 1d

Adi merasa lega sekarang karena telah berhasil menemukan cara menghitung bunga deposito dengan berbagai variasi tingkat suku bunga yang berbeda dari beberapa bank. Lebih dari itu dia juga melihat bahwa sekarang bahkan siap menghadapi permintaan istrinya jika harus mencoba berbagai variasi nilai deposito dan jangka waktu yang berbeda-beda pula.

Anda tentu tahu maksud saya bukan? Silahkan ganti angka-angka di kolom D, F, dan H sesuka hati anda, maka hasil di kolom J akan berubah dengan sendirinya. Bagaimana pendapat anda? Masih mau pakai kertas, pena, dan kalkulator?