Monthly Archives: April 2017

IFERROR

Pernahkah kamu menemukan hasil perhitungan rumus di excel seperti ini #N/A, #VALUE!, #REF!, #DIV/0!, #NUM!, #NAME?, atau #NULL!. Sungguh menyebalkan bukan? Apa yang akan kamu lakukan? Ada yang membiarkan dan masa bodoh dengan spread sheet yang kelihatan kotor, ada yang menghapus rumus nya supaya kelihatan bersih, dan ada juga yang kreatif mengakali dengan fungsi IF tambahan.

Lihat contoh berikut ini:

Kolom D berisi rumus yang membagi Total Nilai barang di kolom B dengan berat barang dalam Kg di kolom C, hasilnya adalah Harga/Kg. Tidak ada yang salah dengan rumus itu kecuali di baris 6 dan 9, kita tahu bahwa membagi sebuah bilangan dengan nol menghasilkan nilai tak terhingga, excel mengingatkan kita dengan menampilkan #DIV/0!

Orang yang cuek, sebut saja Mr. C akan membiarkan hasilnya seperti itu, dia baru bingung cari solusi kalau bos protes karena melihat laporan yang dibacanya kelihatan tidak elok dipandang mata. Temannya yang mengerti kemauan bos, yaitu Mr. R akan menghapus rumus di D6 dan D9 dan membiarkannya kosong atau mengisinya dengan angka nol. Sayang sekali Mr. R yang rajin ini akhirnya sangat repot dan waktunya habis hanya untuk menghapus rumus dan mengganti dengan angka nol karena ternyata masih banyak baris lain di bawahnya yang menghasilkan #DIV/0!

Kebetulan ada teman lain yang pintar yaitu Mr. P, dia mengamati bahwa Mr. R selalu menghapus rumus di baris yang salah, yaitu baris yang di kolom C berisi angka nol, dan mengganti rumus tersebut dengan angka nol. Solusi yang disarankannya adalah mendeteksi angka di kolom C sebelum melakukan pembagian. Ini dia hasilnya:

Mr. P melakukan sama persis apa yang dilakukan Mr. R, yaitu memeriksa apakah angka di di kolom C nol atau bukan. Bila angka di kolom C adalah nol maka dia langsung mengisi hasilnya dengan angka nol. Tetapi bila angka di kolom C bukan nol maka dia akan menghitung dengan rumus angka di kolom B dibagi angka di kolom C. Hasilnya persis sama. Lalu apa bedanya? Bedanya Mr. R mendeteksi angka nol dan mengganti rumus secara manual, sedangkan Mr. P melakukan keduanya dengan dengan fungsi IF (pelajari lagi fungsi IF di sini).

Perbedaan yang lain adalah lamanya waktu untuk menyelesaikan pekerjaan. Mr. R akan perlu waktu lama sekali jika jumlah baris yang dikerjakan mencapai angka ratusan atau bahkan ribuan ( yang biasa mengerjakan inventory pasti paham maksud saya). Sedangkan Mr. B hanya perlu waktu sangat sedikit tidak peduli jumlah barisnya ribuan, dia cukup membuat rumus di baris pertama lalu copy dan paste ke baris-baris berikutnya.

Lalu apa hubungannya pembahasan ini dengan fungsi IFERROR ?

IFERROR menampilkan nilai yang anda tentukan jika sebuah rumus menghasilkan kesalahan; selebihnya akan menampilkan hasil rumus tersebut bila benar. Fungsi ini digunakan untuk menangkap dan menangani kesalahan rumus.

Penulisannya: IFERROR(rumus, nilai_jika_salah)

Coba lihat bagaimana Mr. B yang bijaksana menyelesaikan persoalan yang sama, ini dia hasilnya:

Hasilnya sama. Perhatikan juga bahwa rumus nya tetap sama yaitu angka di kolom B dibagi dengan angka di kolom C.

Perbedaannya:

Mr. P mendeteksi nilai di kolom C, bila berisi angka nol maka dia tidak melakukan perhitungan tetapi langsung menaruh angka nol di kolom D. Bila kolom C berisi bukan angka nol maka dilakukan perhitungan dan hasilnya ditaruh di kolom D.

Mr. B langsung melakukan perhitungan. Bila hasil perhitungannya benar maka ditaruh di kolom D, bila hasil perhitungannya salah maka di kolom D diisi dengan angka nol.

Kesimpulan: cara Mr. P bisa dilakukan hanya bila kita tahu penyebab kesalahan hasil perhitungan, cara Mr. B tetap bisa dilakukan tanpa perlu tahu apa penyebab kesalahan.

Selamat mencoba dan membuat banyak kesalahan.

Makin sering bikin salah makin pintar, dijamin!