Monthly Archives: April 2016

Mengeja angka dalam kalimat

Rekan rekan yang bekerja di dunia administrasi atau keuangan pasti tahu apa yang dimaksud mengeja angka dalam kalimat. Pernah membuat tanda terima uang dalam bentuk kwitansi? Atau pernah menulis cek atau giro untuk membayar tagihan? Ya, sekarang pasti bisa menebak apa yang saya maksud.

Misalnya anda baru saja menjual motor seharga 10 juta dan pembeli motor meminta kwitansi sebagai bukti bahwa anda telah menerima uangnya. Yang anda lakukan adalah menulis di kwitansi nama pembeli di bagian “Telah diterima dari:” ,  kemudian menuliskan Rp 10.000.000,- di bagian “Uang sejumlah:”, dan akhirnya menuliskan sepuluh juta rupiah di bagian “Terbilang:”.

Tulisan “sepuluh juta rupiah” itulah yang saya maksud dengan mengeja angka dalam kalimat. Lalu apa susahnya mengeja angka sampai harus menggunakan excel? Tidak semua orang bisa dengan mudah mengeja angka dalam kalimat, kecuali bila angkanya bulat seperti contoh sepuluh juta di atas.

Sebagai test, coba anda eja angka-angka berikut ini dalam kalimat:

Angka

Mengeja angka satuan sangat mudah; mengeja angka puluhan, ratusan, ribuan mungkin juga bukan masalah. Tetapi kalau sudah puluhan ribu, ratusan ribu, jutaan dan seterusnya tidak semua orang bisa melakukannya dengan mudah. Apalagi kalau angkanya tidak bulat seperti contoh di atas. Sudah mencoba mengeja angka-angka tersebut?

Silahkan cek sendiri, bandingkan hasil ejaan anda dengan ejaan yang saya buat dengan bantuan sejumlah fungsi excel dibawah ini.

Angka dalam Kalimat

Oh ya, sekalian kalo boleh saya mau minta tolong cari apakah ejaan angka yang saya buat masih mengandung kesalahan atau sudah benar semua. Kalau anda teliti pasti bisa menemukan kesalahan tersebut.

Selamat mencocokan hasil ejaan angka anda dengan ejaan angka saya. Jika berminat, silahkan unduh file excel tersebut secara gratis di link berikut ini.

Ejaan Angka dalam Kalimat

Fungsi Teks

Excel menyediakan sejumlah fungsi yang berguna untuk merekayasa angka maupun teks. Kali ini kita akan membahas khusus fungsi teks saja. Masih ingat dengan proyek membalik kalimat yang pernah saya bahas sebelumnya? Proyek tersebut menggunakan enam fungsi teks yaitu LEFT, RIGHT, MID, LEN, TRIM, dan FIND. Sekarang mari kita bahas fungsi teks tersebut satu per satu.

1. Fungsi LEFT digunakan untuk mengambil sejumlah karakter dari teks tertentu yang dimulai dari posisi kiri/awal teks tersebut.

Penulisan fungsi: LEFT(teks, jumlah karakter)

Contoh:

=LEFT(“kalimat”, 4) menghasilkan “kali”

=LEFT(“kurang ajar”, 6) menghasilkan “kurang”

=LEFT(“kurang ajar”, 10) menghasilkan “kurang aja”

2. Fungsi RIGHT digunakan untuk mengambil sejumlah karakter dari teks tertentu yang dimulai dari posisi kanan/akhir teks tersebut.

Penulisan fungsi: RIGHT(teks, jumlah karakter)

Contoh:

=RIGHT(“kalimat”, 3) menghasilkan “mat”

=RIGHT(“kurang ajar”, 4) menghasilkan “ajar”

=RIGHT(“kurang ajar”, 10) menghasilkan “urang ajar”

3. Fungsi MID digunakan untuk mengambil sejumlah karakter dari teks tertentu yang dimulai dari posisi awal di tengah/bebas teks tersebut.

Penulisan fungsi: MID(teks, posisi awal, jumlah karakter)

Contoh:

=MID(“kalimat”, 3, 4) menghasilkan “lima”

=MID(“kurang ajar”, 2, 5) menghasilkan “urang”

=MID(“kurang ajar”, 2, 10) menghasilkan “urang ajar”

4. Fungsi LEN digunakan untuk menghitung panjang/jumlah karakter dari sebuah teks.

Penulisan fungsi: LEN(teks)

Contoh:

=LEN(“kalimat”) menghasilkan 7

=LEN(“kurang ajar”) menghasilkan 11

=LEN(“kurangajar”) menghasilkan 10

Catatan: dari contoh kedua dan ketiga terlihat bahwa spasi/kosong juga dihitung sebagai karakter.

5. Fungsi TRIM digunakan untuk membuang/menghilangkan karakter spasi/kosong yang tidak berguna dari sebuah teks. Karakter spasi yang tidak berguna adalah spasi di awal teks, spasi di akhir teks, dan spasi berlebih di antara dua kata.

Penulisan fungsi: TRIM(teks)

Contoh:

=TRIM(” kalimat”) menghasilkan “kalimat”, spasi di awal teks dibuang

=TRIM(“kalimat “) menghasilkan “kalimat”, spasi di akhir teks dibuang

=TRIM(“kurang ajar”) menghasilkan “kurang ajar”, spasi di antara dua kata tidak dibuang

=TRIM(“kurang      ajar”) menghasilkan “kurang ajar”, spasi berlebih di antara dua kata dibuang

6. Fungsi FIND digunakan untuk mencari posisi teks tertentu dalam teks lain sebagai sumbernya, pencarian teks dimulai pada posisi awal tertentu.

Penulisan fungsi: FIND(teks yang dicari, teks sumber, posisi awal pencarian)

Contoh:

 =FIND(“kali”, “kalimat”, 1) menghasilkan 1, kata “kali” berada di posisi ke 1

=FIND(“lima”, “kalimat”, 1) menghasilkan 3, kata “lima” berada di posisi ke 3

=FIND(“lima”, “kalimat”, 4) menghasilkan #VALUE!, tidak ada kata “lima” setelah posisi ke 4

=FIND(“lima”, “lima ratus lima puluh”,1) menghasilkan 1, kata “lima” berada di posisi ke 1, penghitungan dimulai dari posisi 1

=FIND(“lima”, “lima ratus lima puluh”,2) menghasilkan 12, kata “lima” berada di posisi ke 12, penghitungan dimulai dari posisi 2

Setelah anda memahami cara kerja enam fungsi teks tersebut tentu anda akan lebih mudah memahami artikel saya mengenai proyek membalik kalimat yang saya singgung di awal artikel ini bukan? Silahkan cek lagi bagaimana enam fungsi teks tersebut digunakan.