Monthly Archives: September 2015

Memecahkan masalah Adi

Masih ingat masalah Adi? Ya, dia sedang pusing memikirkan bagaimana cara menunjukan pada istrinya berbagai kemungkinan besarnya bunga deposito yang bisa diperoleh dari uang bonusnya sebesar 100 juta rupiah. Besarnya bunga deposito itu ditentukan oleh berbagai tingkat suku bunga dari bank yang berbeda dan beberapa pilihan jangka waktu lamanya deposito tersebut disimpan.

Adi mulai membuka dan menyalakan komputernya, kemudian mengaktifkan program excelnya. Dia menghitung besarnya bunga deposito dari uang bonusnya sebesar 100 juta jika mendepositokan uangnya di BCA selama satu bulan dengan tingkat suku bunga 3,6% per tahun. Rumus yang diketikan dalam salah satu sel excel adalah sebagai berikut: =100000000×3.6%/12*1, dan hasilnya sebagai berikut:

Bunga Deposito 1

Adi tahu apa arti rumus yang diketikan, tapi istrinya tentu tidak bisa membaca pikirannya sehingga dia perlu menambahkan keterangan di sebelahnya sebagai berikut:

Bunga Deposito 1a

Sekarang Adi mengulangi langkah yang sama untuk beberapa tingkat suku bunga yang berbeda dari beberapa bank. Ini dia hasilnya, coba anda juga lakukan hal yang sama sehingga mendapatkan hasil yang sama seperti dibawah ini:

Bunga Deposito 1b

Apakah hasil yang anda peroleh sama dengan hitungan Adi di atas? Jangan kuatir kalau hasilnya berbeda karena hitungan Adi memang ada yang salah. Anda bisa tebak di baris mana hitungan Adi yang salah? Apa kesalahan Adi? Tahukah anda cara menghindari kesalahan serupa?

Ya, kesalahan Adi terletak di baris 9 kolom I, tepatnya di sel I9. Dia mengetik rumus berikut ini =100000000×3.7%/12*1 sementara tingkat suku bunga di  baris itu seharusnya 3.8%. Jadi keterangan yang diketik Adi tidak sejalan dengan rumus yang diketiknya. Lalu bagaimana cara menghindari kesalahan semacam itu?

Untuk menghindari kesalah semacam ini kita harus tahu apa penyebab kesalahannya, dan dari uraian di atas jelas bahwa kesalahan Adi adalah tidak sinkronnya keterangan dengan rumus. Adi harus mencari cara bagaimana supaya keterangan juga bisa berperan sebagai bagian dari rumus.

Adi menyusun ulang layout hitungan bunga depositonya dan inilah hasilnya:

Bunga Deposito 1c

Hmm.. hitungan Adi jadi kelihatan lebih enak dipandang, rapi, dan bebas dari kesalahan yang dilakukan sebelumnya. Masih ingat kan kesalahan Adi? Benar, dia telah berhasil menemukan cara menuliskan keterangan yang juga sekaligus bisa digunakan dalam rumus perhitungan. Adi menuliskan keterangan secara teratur dalam kolom-kolom yang berbeda. Kererangan mengenai nama bank disusun di kolom B, nilai deposito di kolom D, tingkat suku bunga di kolom F, dan jangka waktu deposito di kolom H.

Karena setiap keterangan diketik dalam sel-sel yang mandiri (sebelumnya semua keterangan diketik di sel yang sama berupa satu kalimat) maka Adi bisa mengambilnya dan memasukannya dalam rumus perhitungan. Rumus yang ditulis Adi telah diubah, dia tidak lagi mengetikan angk-angka nilai deposito, tingkat suku bunga, dan jangka waktu deposito dalam rumusnya. Sebagai gantinya dia mengetikan lokasi sel tempat angka-angka tersebut berada. Tepatnya inilah rumus yang diketik Adi (lihat kolom J):

Bunga Deposito 1d

Adi merasa lega sekarang karena telah berhasil menemukan cara menghitung bunga deposito dengan berbagai variasi tingkat suku bunga yang berbeda dari beberapa bank. Lebih dari itu dia juga melihat bahwa sekarang bahkan siap menghadapi permintaan istrinya jika harus mencoba berbagai variasi nilai deposito dan jangka waktu yang berbeda-beda pula.

Anda tentu tahu maksud saya bukan? Silahkan ganti angka-angka di kolom D, F, dan H sesuka hati anda, maka hasil di kolom J akan berubah dengan sendirinya. Bagaimana pendapat anda? Masih mau pakai kertas, pena, dan kalkulator?

Excel, apa bedanya?

Salah satu kegunaan Excel adalah bisa melakukan perhitungan seperti penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan masih banyak lagi perhitungan lain yang lebih kompleks seperti menghitung akar kuadrat sebuah bilangan.

Ah, apa bedanya dengan kertas, pena, dan kalkulator? Jelas ada bedanya dong, tapi benarkah dengan Excel anda bisa menghitung lebih mudah, lebih cepat, dan lebih akurat?

Coba lihat contoh berikut ini: Adi baru saja menerima bonus sebesar 100 juta dan hendak menyimpan uangnya sebagai deposito berjangka di bank. Dia ingin tahu berapa bunga yang akan diterimanya bila dia menyimpan uangnya selama sebulan dengan tingkat suku bunga 5,25% per tahun.

Adi mengambil kalkulator, mengetik 100,000,000, tanda perkalian “x”, angka 5,25, tanda persen “%”, tanda pembagian “:”, angka 12, dan tanda sama dengan” =”.

Kalau digambarkan inilah yang dilakukan Adi dengan kalkulatornya:

Mengetik angka 100,000,000

100Juta

menekan tanda perkalian “X”

dikali

mengetik angka 5,25

5,25

menekan tanda persen “%”

persen

menekan tanda bagi “:”

dibagi

mengetik angka 12

12

menekan tanda sama dengan “=”

sama dengan

Hanya dalam beberapa detik Adi berhasil mengetahui bahwa bunga yang akan di dapat di akhir bulan dari deposito 100 juta adalah Rp 437.500. Jadi kalau bisa menghitungnya dengan kalkulator dalam beberapa detik buat apa harus pakai Excel?

Sampai di tahap itu memang menghitung dengan kalkulator jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan menggunakan Excel. Waktu yang dibutuhkan untuk menyalakan komputer jauh lebih lama bukan?

Lalu bagaimana jika istri Adi menanyakan hal itu kepada Adi kesokan harinya? Kalau Adi ingat dia tinggal menjawab bahwa hasilnya adalah Rp 437.500, tapi jika dia lupa maka dia harus mengulangi lagi proses menghitung dengan kalkulator itu dihadapan istrinya.

Adi sebenarnya tidak perlu mengulangi hitungan dengan kalkulator jika saat pertama menghitung dia telah membuat catatan seperti ini:

Catatan Deposito

Saat istrinya menanyakan hal tersebut maka Adi tinggal menunjukan catatan tersebut. Istrinya menganggung-angguk setuju dan Adi pun senang. Sesaat kemudian istri Adi bertanya apakah ada bank yang bisa memberikan tingkat suku bunga lebih besar dari 5,25% per tahun? Oh iya, mungkin saja ada kata Adi, dan dia pun mulai menyalakan komputernya untuk mencari informasi di internet mengenai berbagai macam tingkat suku bunga dari beberapa bank.

Adi mencatat lima tingkat suku bunga dari lima bank yang berbeda. Kemudian dia menghitung dengan kalkulator dan membuat catatan sebanyak lima kali pula. Istrinya dengan sabar menunggu, beberapa menit kemudian istrinya telah memilih salah satu hasil perhitungan bunga yang dilakukan Adi, yang terbesar tentu saja yang dia pilih.

Malam hari, sebelum tidur istri Adi menanyakan kembali perihal deposito. Dia ingin tahu berapa bunga deposito kalau jangka waktunya lebih lama dan meminta Adi untuk menghitung dalam jangka waktu 3 bulan, 6 bulan, dan 1 tahun. Adi hanya bisa mengiyakan permintaan istrinya dan berjanji akan menghitungnya keesokan harinya.

Tidur Adi malam itu tidak bisa nyenyak karena memikirkan betapa banyak hitungan yang harus dilakukannya besok.

Bagaimana Adi menyelesaikan hitungannya dan berapa lama dia harus menyelesaikan hitungan tersebut? Silahkan anda lakukan apa yang harus Adi lakukan dan anda akan tahu jawabannya.

Seandainya Adi tahu bagaimana cara memanfaatkan Excel tentu dia tidak perlu pusing. Dia bisa melakukannya dengan lebih mudah dan cepat. Simak bagaimana cara menyelesaikan masalah Adi dengan Excel.

Penambahan

Untuk menambahkan dua angka atau lebih bisa dilakukan dengan cara mengetik langsung di sebuah sel secara berurutan; simbol ” =” , angka yang akan ditambahkan, simbol “+” , dan angka lain yang akan ditambahkan.

Contoh 1

Kalimat: lima ditambah empat sama dengan sembilan

Matematik: 5+4=9

Excel: =5+4

Lihat ilustrasi berikut:

Penambahan dua angka

Perhatikan bahwa dalam excel tanda “=” justru ditulis di awal, bukan di akhir seperti dalam penulisan rumus matematik. Hasil penambahan tentu saja tidak perlu anda ketik karena justru tugas excel adalah menghitung dan menampilkan hasilnya untuk anda.

Contoh 2

Kalimat: lima ditambah empat, ditambah tujuh, ditambah dua belas, ditambah tiga ribu seratus dua puluh lima, ditambah tiga ratus empat puluh sembilan sama dengan … (saya tidak mau menuliskan hasilnya karena sudah mulai rumit)

Matematik: 5+4+7+12+3125+349= … (ini juga males ngitungnya)

Excel: =5+4+7+12+3125+349

Tugas anda memasukannya kedalam excel dan kalau hasilnya 3502 berarti anda telah mengetikannya dengan benar.