Category Archives: Hutang

Sekali lagi Rumus Dasar

Khusus untuk para siswa SMK Jurusan Akuntansi dan juga mahasiswa Jurusan Akuntansi, saya berpesan; kuasailah rumus dasar akuntansi secara mendalam. Kenapa rumus dasar harus dipelajari secara mendalam, bukankah yang harus didalami justru rumus-rumus yang lebih ruwet? Benar dan salah. Benar, karena rumus yang ruwet alias rumit lebih sulit dipahami, jadi harus lebih intensif dipelajari. Salah, karena rumus yang rumit sebenarnya hanyalah pengembangan lebih lanjut dari rumus dasar, jadi kuasai dulu rumus dasarnya. Makin bingung? Baguslah, boleh pilih stop atau lanjutkan belajar.

Maksud saya begini lho, kalau kita lihat rumus yang ruwet merasa pusing maka penyebabnya tidak lain karena kita tidak paham rumus dasar secara mendalam. Kita cenderung meremehkan konsep dasar dalam segala hal sehingga mengalami kesulitan saat hal-hal yang lebih rumit muncul ke permukaan. Banyak contoh dalam kehidupan sehari-hari yang tidak kita sadari.

Salah satu contoh, saat pelajaran berhitung kita cenderung meremehkan operasi penjumlahan karena dianggap terlalu mudah. Kesulitan muncul sewaktu kita harus melakukan operasi perkalian yang notabene adalah operasi penjumlahan yang diulang berkali-kali. Bukankah 3 x 5 adalah penjumlahan angka 3 sebanyak 5 kali? Singkatnya 3+3+3+3+3 betul bukan?

Sekarang balik ke rumus dasar akuntansi yang sangat-sangat sederhana:

Harta = Hutang + Modal

Sebagai pengingat:

Harta = kekayaan yang kita miliki atau kuasai karena bermanfaat

Hutang = salah satu sumber harta berupa pinjaman yang wajib dibayar

Modal = sumber harta yang lain, bukan dari hutang, disebut juga kekayaan bersih

Para siswa dan mahasiswa — juga orang lain yang serius ingin belajar akuntansi — cenderung menghafalkan rumus dasar ini tanpa memahami secara mendalam makna dari rumus ini. Akibatnya fatal, saat menghadapi soal-soal ujian atau bahkan saat sudah bekerja di bidang akuntansi sering kali terserang sakit kepala yang tidak bisa diobati oleh aspirin.

Lalu bagaimana cara memahami rumus dasar ini secara mendalam? Bukankah ini terlalu sederhana untuk dipahami, jadi buat apa didalami? Ingat, rumus yang rumit berasal dari rumus dasar ini. Jadi pahami dulu konsepnya, pertanyakan dulu apa artinya?

Coba baca lagi definisi Modal. Kemudian jawab pertanyaan ini; Mana yang lebih penting bagi anda, Harta atau Modal? Kalau anda sudah paham pasti akan menjawab Modal. Apakah jawaban Harta salah? Tentu tidak, anda boleh menjawab harta lebih penting dari modal, tetapi anda harus rela masuk golongan orang aneh he he he.

Pahamilah bahwa tujuan akhir sebagian besar entitas, baik perorangan ataupun perusahaan, adalah meningkatkan kekayaan. Ya, kekayaan bersih alias modal, bukan sekedar kekayaan. Anda tentu masih ingat bahwa sebesar apapun kekayaan anda tidak ada artinya jika hutang anda sama atau lebih besar nilainya dari nilai kekayaan anda.

Yuk kita pakai contoh nyata yang kita temui sehari-hari ya. Budi punya harta berupa sepeda motor senilai 12 juta. Setelah diselidiki ternyata motor itu dibeli secara kredit dengan uang muka 500 ribu dari uang miliknya sendiri. Kalau ditulis dengan rumus dasar akuntansi:

Harta = Hutang + Modal

Harta = Sepeda Motor = 12 juta

Modal = Uang Muka = 500 ribu

Sepeda Motor = Hutang + Uang Muka

12 juta = Hutang + 500 ribu

Hutang = 12 juta – 500 ribu

Hutang = 11,5 juta

Apakah harta Budi bertambah dengan membeli sepeda motor seharga 12 juta secara kredit? Ya, harta Budi bertambah dari 500 ribu menjadi 12 juta. Harta atau kekayaan ini bersumber dari modalnya sendiri (500 ribu) dan dari hutang (11,5 juta).

Apakah kekayaan bersih Budi bertambah karena telah memiliki harta berupa sepeda motor selinail 12 juta? Tidak, kekayaan bersih Budi tetap 500 ribu.

Tadi saya sampaikan bahwa tujuan akhir sebagian besar entitas adalah meningkatkan kekayaan bersih, kecuali golongan orang aneh. Dalam kasus Budi, kekayaan bersihnya tidak bertambah. Apakah Budi termasuk orang aneh? Apakah anda setuju dengan tindakan Budi membeli motor dengan cara kredit? Apakah anda juga termasuk golongan orang aneh?

Jangan terjebak dengan pertanyaan-pertanyaan di atas. Meningkatkan kekayaan bersih adalah tujuan akhir, sedangkan yang dilakukan Budi belum mencapai tujuan/hasil akhir.

Makin bingung? Bagus, artinya anda harus perdalam lebih lanjut pemahaman atas rumus dasar akuntansi. Belajar terus, pantang menyerah.