Category Archives: Akuntansi Keluarga

Akuntansi Keluarga

Belum pernah mendengar istilah akuntansi keluarga? Tidak masalah karena memang sepertinya jarang sekali ada artikel yang membahas akuntansi keluarga. Akuntansi biasanya digunakan oleh organisasi formal seperti perusahaan dan pemerintahan.

Lalu apa perlunya membahas aplikasi akuntansi di lingkungan keluarga? Siapa pula yang akan tertarik mengaplikasikan akuntansi untuk mengelola rumah tangga? Saya tidak tahu jawaban atas kedua pertanyaan tersebut. Tapi anehnya pikiran saya mengatakan bahwa akuntansi seharusnya bisa diterapkan dalam mengelola rumah tangga dan saya yakin akuntansi akan memberikan nilai tambah kepada keluarga yang memanfaatkannya.

Ada dorongan yang kuat sekali dalam hati saya untuk memperkenalkan akuntansi kepada masyarakat Indonesia seluas-luasnya. Tujuan saya bukan supaya semua orang Indonesia menjadi akuntan, juga bukan untuk mengarahkan para lulusan SMA untuk mengambil jurusan akuntansi saat masuk kuliah. Saya hanya ingin agar setiap keluarga di Indonesia bisa mendapatkan manfaat akuntansi dengan menerapkan prinsip-prinsip sederhananya dalam mengelola rumah tangga.

Ini pasti memerlukan waktu yang sangat panjang karena akuntansi itu sendiri terasa masih asing bagi sebagian besar masyarakat kita. Jangankan orang awam, para mahasiswa jurusan akuntansi saja masih banyak yang mengeluh betapa ilmu ini terasa sulit untuk dipelajari.  Mungkin anda bertanya lebih lanjut, kalau mahasiswa jurusan akuntansi saja merasa kesulitan bagaimana dengan masyarakat awam?

Pemikiran saya justru terbalik, jangan-jangan para mahasiswa jurusan akuntansi merasa kesulitan karena masa kanak-kanak mereka tumbuh dalam lingkungan yang tidak mengenal akuntansi.  Logika sederhananya adalah bahwa setiap orang pasti dipengaruhi oleh lingkungan tempat dia hidup. Anda mungkin pernah mendengar kabar bahwa orang Indonesia yang suka main serobot ternyata bisa juga antri dengan tertib saat hidup di negara lain yang memiliki budaya antri yang kuat.

Jika seandainya keyakinan saya itu benar, yaitu bahwa masyarakat kita bisa belajar akuntansi dan memetik manfaat dari ilmu tersebut, sekarang pertanyaan  awal kembali mengganggu pikiran saya. Apa manfaatnya belajar akuntansi bagi masyarakat awam? Saya tahu pasti jawabannya, tapi tidak yakin bisa menyampaikannya dengan bahasa keseharian yang tidak membuat orang awam justru semakin bingung dengan istilah-istilah teknis yang terasa asing.

Adakah di antara pembaca tulisan ini yang memiliki pemikiran serupa dengan pemikiran saya? Silahkan sampaikan komentar anda.